Yayasan Pendidikan Al-Mukhtar

resensi: Risalah Cinta
By Administrator Sabtu, 10 Oktober 2015 - 22:24:23 WIB 0 Komentar Dibaca: 1052 kali

     Identitas Buku

     Judul            : Risalah Cinta

     Penulis         : Kahlil Gibran

     Penerbit       : Melibas

     Cetakan       : 4, Oktober 2003

     Tebal           : 137 halaman

 

PENULIS

Gibran Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di kota Beshari, Lebanon. Seorang Penyair dunia yang suka berkelana dan pemuja cinta.Ia banyak menerbitkan buku yang menjadi inspirasi pecinta sastra seluruh dunia, terutama musisi di Indonesia seperti Ahmad Dhani dan Ariel. Karya tulis pertamanya yaitu Musikdalam bahasa Arab pada tahun 1905.

SINOPSIS

Kisah cinta seorang pemuja cinta dengan seorang dara yang sangat peka akan rasa dan gerak gerik tubuh. Mereka jatuh cinta. Lalu datanglah prahara – prahara yang mengantarkan risalah cinta pertama mereka ke danau api. Kisah cinta mereka yang menggetarkan itu – sebuah kisah yang tersauk di antara rindu, dendam, air mata dan kematian.

Awal pertemuanya dengan bidadari cintanya, Selma Karamy di taman kebun depan rumahnya menjadi saksi awal keindahan dan kehancuran cinta mereka. Setelah sekian lama ia terkungkung dalam sunyinya masa remaja, hanyalah secercah sinar yang mampu membangkitkannya, sejenak saja ia harus membayarnya dengan segudang penderitaan dimasa depan. Disaat bunga hendak mekar menyambut sinar kehidupan, saat itu pula kekuasaan dan keserakahan sang kemenakan pastus menerjang cinta mereka.Selma Karamy dipaksa menikah dengan orang yang sangat busuk, sehingga baunya membuat penderitaan bagi yang mendekatinya. Tak terlepas Gibran yang mencoba menyelamatkan sang pujaan hatinya, namun apalah artinya pisau bila dipaksa mematahkan sebatang baja. Ia tak bisa berbuat banyak, hanya merawat cinta sejatinya yang selalu bersemi diantara mereka di depan sebuah kuil kecil yang menjadi saksinya. Hingga kematian menjemput Selma, ayahnya dan buah hatinya yang tertanam dalam lubang nisan dan kematian yang sama. Kini Selma menanti kebersamaan di alam keabadiannya.

KELEBIHAN

Buku ini mudah menarik simpati para pembaca dengan berbagai godaan yang terurai dalam untaian kata-kata yang mempesona. Sehinga tak segan-segan para pembaca tertegun sejenak dan meneteskan air matanya karena hembusan syair yang menembus kalbu sang pembaca.

Keelokan kata-kata penggiring kisah dua sejoli ini banyak memberikan inspirasi bagi pembaca.

KEKURANGAN

Kaum agamawan -  agama apapun itu – yang menyebarkan agama tanpa petunjuk sang Pencipta, telah membuat sang penulis bersikap miring terhadap semua agama. Semoga kisah ini tidak mempengaruhi pembaca kepada anggapan miring-nya terhadap agama apapun.

Peresensi: Dadan Hamdani

leave a comment