Yayasan Pendidikan Al-Mukhtar

Tuntut Ilmu Jangan Hanya Berorientasi pada Kepintaran dan Gelar
By Administrator Senin, 09 Mei 2016 - 12:24:26 WIB 0 Komentar Dibaca: 341 kali

Dewasa ini banyak orang yang memiliki niatan tidak benar dalam mencari ilmu. Karena kesalahan niat ini akhirnya banyak orang di zaman sekarang hanya mendapatkan kepintaran. Padahal yang lebih penting dari hal kepintaran ini cahaya dan hidayah ilmu.

Demikian disampaikan Mustasyar NU Pringsewu KH Anwar Zuhdi (Abah Anwar) saat mengupas materi tentang pelurusan niat dalam mencari ilmu di depan Jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang memenuhi aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (8/5) pagi.

Abah Anwar memberikan contoh bentuk orang yang salah niat dalam menuntut ilmu seperti ingin merasa hebat dan mengharap dihormati orang lain. "Jika niatan seseorang dalam mencari ilmu itu biar ia bisa hebat, berharap dihormati orang lain apalagi diniati mencari materi dunia, maka orang tersebut tidak akan mendapatkan hidayah ilmu," jelasnya dengan referensi Kitab Bidayatul Hidayah.

Orang seperti ini tidak hanya akan kehilangan hidayah ilmu, namun dapat menghancurkan dirinya sendiri dan agamanya. "Orang tipe ini sama saja menukar akhirat dengan dunia," tegasnya. 

Abah Anwar menambahkan, hidayah itu sangat penting dalam proses mencari ilmu. "Jangan berorientasi kepada kepintaran dan gelar dalam mencari ilmu. Carilah hidayah Allah SWT. Kalau Allah sudah memberikan hidayah ilmu kepada kita, ilmu dan hidup kita akan menjadi berkah," imbaunya.

Ia mencontohkan, bagaimana seorang ulama, kiai atau tokoh yang memiliki keilmuan mumpuni dengan pesantrennya yang besar dan terkenal tetap saja menitipkan putra-putrinya kepada ulama lain dalam mencari Ilmu.

"Kalau niatan hanya untuk mendapatkan ilmu, bisa saja para kiai mendidik anaknya sendiri bersama santri-santrinya di pesantren masing-masing. Namun yang dicari mereka bukan hanya ilmu, namun hidayah dan barokahnya," tegasnya.

Ia mengajak seluruh umat Islam untuk menata niat dengan benar dalam menuntut ilmu dan dengan giat dalam melakukannya. "Semakin banyak mendalami ilmu maka kita akan merasa bodoh. Jangan merasa puas dengan ilmu yang dimiliki karena orang yang merasa pintar hakikatnya adalah orang bodoh," ujarnya.

(Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Sumber nu.or.id

leave a comment